Tingkat Empati Siswa Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Dasar Inklusif
DOI:
https://doi.org/10.99999/Keywords:
Empati, siswa reguler, anak berkebutuhan khusus, sekolah dasar inklusif, lingkungan inklusifAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat empati siswa terhadap anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar inklusif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa reguler di sekolah dasar inklusif di Kecamatan Sukasari. Sampel penelitian berjumlah 70 siswa yang dipilih melalui teknik random sampling, guna memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk terpilih. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan distribusi dan kecenderungan tingkat empati siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa reguler memiliki tingkat empati yang tinggi terhadap anak berkebutuhan khusus. Faktor lingkungan inklusif, intensitas interaksi, dan peran guru terbukti berkontribusi dalam meningkatkan empati siswa. Selain itu, faktor demografis seperti jenis kelamin dan usia juga berpengaruh, di mana siswa perempuan dan siswa yang lebih tua menunjukkan tingkat empati yang lebih tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan program pendidikan yang mendorong empati sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan belajar yang inklusif dan suportif.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Zekriwan Abarozi, Mardhatillah, Darti Rosnita, Lailatul Badriyah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.









